Sabtu, 12 Oktober 2019

Bahaya Hepatitis C bagi Ibu Hamil, Bisakah Menular ke Janin?

Hepatitis C yang merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus pada hati, kerap kali dialami oleh ibu hamil. Gejalanya yang hampir mirip dengan gejala kehamilan, menjadi penyebab ibu hamil tak menyadari kalau mereka tengah mengidap penyakit hepatitis C ini. Bahaya hepatitis C bagi ibu hamil tak sekadar menyerang tubuhnya saja, namun juga janin dalam kandungannya.
Bahaya Hepatitis C bagi Ibu Hamil, Bisakah Menular ke Janin?
Bisakah Hepatitis C pada Ibu Hamil Diwariskan ke Janinnya?
Bagi ibu hamil yang baru saja mengetahui bahwa dirinya mengidap hepatitis C, pasti sangat takut akan risiko janinnya tertular penyakit yang sama. Penyakit hepatitis C sendiri diketahui memang bisa menular pada janin yang tengah dikandung. Namun, kemungkinannya lumayan kecil. Hanya 1 dari 20 ibu hamil yang memiliki risiko tinggi menularkan virus hepatitis C pada janin yang dikandungnya.
Tapi perlu diingat, risiko ini bisa semakin meningkat, jika jumlah virus hepatitis C dalam tubuh lumayan banyak. Risiko janin tertular penyakit hepatitis C ini pun juga akan mengalami peningkatan, jika sekiranya sang ibu juga menderita penyakit HIV. Adanya antibodi khusus dalam darah yang dimiliki oleh janin, merupakan salah satu bentuk perlindungan dirinya atas penyakit ini.

Efek Buruk dari Penyakit Hepatitis C pada Janin dalam Kandungan
Walaupun tak tertular, namun penyakit hepatitis C yang diidap oleh ibu hamil, tetap memberikan efek buruk pada janin dalam kandungan. Pertama, ibu hamil yang menderita penyakit hepatitis C, berisiko melahirkan janin dalam keadaan prematur. Seperti yang Anda ketahui, kelahiran prematur dengan organ yang belum sempurna, bisa menyebabkan gangguan pada perkembangan bayi nantinya.
Kedua, penyakit hepatitis C dapat menyebabkan bayi terlahir dengan berat badan rendah. Bayi yang lahir dengan berat badan di bawah normal, berisiko mengalami gangguan kesehatan, bahkan setelah dewasa kelak.  Bayi bisa saja mengalami apnea, anemia, dan juga gangguan pernapasan. Saat dewasa nanti, ia juga berisiko mengidap penyakit berat seperti kelainan jantung, ginjal, dan diabetes.

Treatment untuk Ibu Hamil yang Menderita Hepatitis C
Bahaya hepatitis C bagi ibu hamil dan janinnya memang mustahil untuk dihindari sepenuhnya. Namun, dengan menjalankan pola hidup sehat agar kondisi hati tak makin memburuk, setidaknya bisa mengurangi risiko buruk tersebut. Treatment untuk ibu hamil berupa obat-obatan khusus baru bisa diberikan setelah melahirkan. Sedangkan uji hepatitis C pada bayi bisa dilakukan saat usianya 1 tahun.

Penyakit hepatitis C merupakan penyakit yang tak bisa dianggap remeh begitu saja, khususnya bagi ibu hamil. Bahaya hepatitis C bagi ibu hamil tak hanya membuat fungsi hatinya berkurang, namun juga mempengaruhi tumbuh kembang janin yang dikandungnya. Sebaiknya, para ibu hamil memeriksakan diri di awal kehamilan, untuk mengetahui apakah ia mengidap hepatitis C atau tidak.